Tentang Sore Yang Sempurna
Duduk sendiri menunggu sahabat di sini sambil menikmati senja hari, ada cakrawala indah di ujung barat sana, dengan langit lembayung, jingga dan merah saga pun ada. di suatu tempat,.. orang bilang ini Bandar Jakarta, ada meja bulat dengan 3 kursi menghadap ke pantai, sebuah sudut dengan lampu taman yang menyala redup karena tegangan listriknya yang tidak stabil, rombongan camar yang pulang setelah lelah berkelana. tadi juga terlihat 3 perahu merapat di teluk sempit, sementara dibawah pohon rindang dengan tikar plastik biru sebagai alasnya ada satu keluarga sambil menikmati kudapan yang mereka bawa, juga sedang melihat senja. sore ini memang sempurna, setelah pagi hari yang terik dan hujan deras tercurah siang harinya. dan hasilnya adalah sore yang sempurna. ada sahabat yang pernah bilang boleh lah mendung dan hujan turun hari ini, tapi percayalah dari setiap mendung dan hujan yang hadir. pasti ada cerah dan keceriaan yang mewarnainya demikian halnya yang terjadi sore ini, senja ini.
Secangkir kopi, sebungkus kacang, jadi teman yang paling mengerti saat ini. Sementara di ujung barat sana, langit yang tadinya jingga, ungu, kuning dan merah saga dengan lembayung disana sininya mulai berganti menjadi biru gelap. seiring lenyapnya sang matahari, dari sisa cahayanya yang berpendar, ia masih meninggalkan jejak cahayanya berupa pola - pola baru di langit. pola-pola dalam wujud gumpalan awan yang megah, yang pastinya spesifik. atau mungkinkah ada senja yang identik ?? dengan pohon kelapa disisi kiri, ada matahari yang bulat separuh tepat di tengah cakrawala, dengan garis keemasannya yang membelah lautan. dan semakin lengkap dengan perahu nelayan yang melintas di tengahnya.. Sayah tak pernah yakin tentang itu. sayah selalu yakin ini senja yang baru pertama kali sayah lihat. ada semburat hitam disana dan disini. juga awan-awannya, ah.. ini memang sungguh menginspirasi siapapun untuk berkata "seandainya kamu disini" tapi tidak, sama sekali tidak..
ini senja yang personal, yang memang indah jika anda dan cuma anda sendiri yang menikmatinya.. Malam pun turun, dan langit menjadi kelam, tampak bulan yang sendu berbentuk elips di ujung sana. belum purnama, memang. mungkin esok atau setidaknya 3 hari lagi. ah DIA memang hebat, punya kuasa yang tak terbantah, Kuasa akan alam yang indah, yang bisa IA hadirkan kapan saja, dimana saja.
Bandar Jakarta, 9 februari 2006



Syahdu bangget bro...., gue kayak ngalami langsung.
Posted by: Iwan | February 15, 2006 03:08 AM
Lebih indah mana?ceritanya atau bagaimana cara orang ini bercerita?
Posted by: Trias | February 16, 2006 02:14 AM
Setelah sekian lama, baru membuka lagi blog saudara Tegar.
Terbawa suasana atau menunggu suasana sehingga tercipta tulisan ini ???
Mana tulisan yang lain
Posted by: Didit | May 8, 2006 06:40 AM